Sebagaimana sudah dipahami bahwa persaingan merupakan kodrat manusia, persaingan merupakan naluri primitif manusia yang telah menjadikan bangsa manusia sebagai survivor sejati dan berkuasa di atas bumi ini. Proses evolusi manusia terjadi karena adanya manusia pesaing, keinginan untuk terus menerus menjadi lebih baik di banding yang lain telah mengantar manusia menjadi seperti sekarang ini.
Salah satu bentuk penelusuran lingkungan eksternal, dapat dilakukan dengan menggunakan matriks EFAS (Exsternal Factors Strategic Analisys Summary). Menurut David (1997), matriks EFAS digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal yang menyangkut persoalan ekonomi , sosial , budaya, demografi, lingkungan, politik, peraturan pemerintah, hukum, teknologi, persaingan di pasar industri dimana perusahaan berada.

Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu event, kita harus mencermati isu-isu dalam organisasi yang mempengaruhi kemampuan kita menjual event ke pasar dan sponsor. Yang menjadi patokan suatu event bias dijadikan kekuatan atau kelemahannya, kita perlu menggali persepsi dari si EO itu sendiri terhadap suatu event. Jika EO kita memandang event tersebut sebagai perioritas dan peluang untuk meningkatkan profil EO, maka event tersebut menjadi sebuah kekuatan. Namun jika kita memandang event tersebut sebagai pemborosan sumber daya,maka event tersebut menjadi kelemahan.
Penyediaan input memiliki daya tawar yang tinggi apabila perusahaan menjadi satu-satunya penyedia bahan baku bagi perusahaan lain yang membutuhkan inputnya. Penyedia input ini dapat memonopoli harga maupun kuantitas barang. Faktor yang mempengaruhi kekuatan daya tawar penyedia input antara lain : industri pemasok didominasi hanya oleh sedikit perusahaan, produk pemasok hanya memiliki sedikit pengganti barang subtitusi, pembeli bukan merupakan pelanggan yang penting bagi pemasok, produk pemasok merupakan produk yang penting bagi pembeli, produk pemasok didiferensiasikan, produk pemasok memiliki biaya pengalihan yang tinggi, dan pemasok memiliki ancaman integrasi ke depan yang kuat

Untuk menghadapi perubahan yang cepat, maka diperlukan sistem manajemen yang baik dan menurut penulis, model manajemen perubahan yang sangat baik diartikulasikan oleh John P. Kotter dengan delapan langkah manajemen perubahan seperti yang diungkapkan dalam bukunya yang berjudul “Leading Change” pada tahun 1996, serta Dean Anderson dan Linda Ackerman Anderson dengan sembilan langkah perubahan yang jika dirincikan menjadi 21 langkah perubahan, seperti yang mereka ungkapkan dalam buku berjudul “The Change Leader’s Roadmap” pada tahun 2001.

Introduzca el nombre de dominio o URL en el campo correspondiente y haga clic en “Comprobar”. En pocos segundos, nuestro inspector mostrará el resultado de la página con avisos, advertencias, errores críticos. Si usted ve algún parámetro desconocido, coloque el ratón sobre un ícono “i”, este le mostrará una breve descripción sobre el uso de este parámetro en las herramientas de SEO.

×